Back to homepage

Tentang Kami

Sejarah Pelabuhan I

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56 tahun 1991 dengan akte Notaris Imas Fatimah SH No. 1 tanggal 1 Desember 1992 sebagaimana dimuat dalam Tambahan Berita Negara Rl No. 8612 Tahun 1994, beserta perubahan terakhir sebagaimana telah diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Rl tanggal 2 Januari 1999 No. 1.

Nama lengkap perusahaan adalah PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I disingkat PT. Pelabuhan I, berkantor pusat di Jalan Krakatau Ujung No. 100 Medan 20241, Sumatera Utara, Indonesia.

Pada masa penjajahan Belanda perseroan ini diberi nama Haven Badrift. Selanjutnya setelah kemerdekaan Rl tahun 1945 s.d. 1950 perseroan berstatus sebagai Jawatan Pelabuhan. Pada tahun 1960 s.d. 1969 jawatan Pelabuhan berubah menjadi Badan Usaha Milik Negara dengan status Perusahaan Negara Pelabuhan disingkat dengan nama PN Pelabuhan.

Pada periode 1969 s.d. 1983 PN Pelabuhan berubah menjadi Lembaga Penguasa Pelabuhan dengan nama Badan Pengusahaan Pelabuhan disingkat BPP.

Pada tahun 1983 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 1983 Badan Pengusahaan Pelabuhan dirubah menjadi Perusahaan Umum Pelabuhan I disingkat Perumpel I.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 1991 Perumpel I berubah status menjadi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I berkedudukan dan berkantor pusat di Medan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 64 thn 2001 kedudukan, tugas dan kewenangan Menteri Keuangan selaku pemegang saham pada Persero/PerseroanTerbatas dialihkan kepada Menteri BUMN.

Pembinaan Teknis operasional berada ditangan Departemen Perhubungan dan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Pelabuhan Dumai pada mulanya merupakan tempat persinggahan para nelayan kemudian berkembang menjadi perkampungan untuk bercocok tanam.

Pada masa penjajahan Jepang di Indonesia, Dumai dimanfaatkan Jepang untuk pendaratan dan tempat berdomisilinya para Romusya guna melanjutkan pencaharian sumber-sumber minyak di Riau yang sebelumnya pada tahun 1924 telah dirintis oleh perusahaan CEVRON CORPORATION dari Amerika Serikat, 6 tahun kemudian Pemerintah Hindia Belawan menyetujui permintaan Cevron untuk memperoleh hak explorasinya. Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, pencarian sumber-sumber minyak ini dilanjutkan lagi oleh SOCAL (STANDARD OIL COMPANY CALIFORNIA) yang kemudian berubah nama menjadi PT. Caltex Pacific Indonesia (PT. CPI) dan saat ini dikenal dengan nama PT. Cevron Pacific Indonesia (PT. CPI).

Setelah SOCAL menemukan sumber-sumber minyak di Riau, konsekwensinya menuntut keberadaan fasilitas pelabuhan di Dumai untuk pengapalan hasil explorasinya, maka pada tahun 1975 perusahaan 1958 ekspor perdananya dialakukan pada tanggal 15 Juli 1958 dengan kapal S.S RUNNER.

Dari tahun ke tahun kegiatan Pelabuhan Dumai semakin berkembang yang tadinya pelabuhan ini hanya disinggahi kapal-kapal dagang berukuran kecil, setelah Pertamina membangun kilang minyak Putri Tujuh tuntutan pengembangan Pelabuhan Dumai mulai dirasakan, sekarang pelabuhan ini disinggahi kapal berbagai jenis dan ukuran sampai dengan kapal raksasa super tanker.

Dewasa ini Pelabuhan Dumai berkembang semakin pesat sehingga menjadi pelabuhan internasional khususnya untuk kegiatan ekspor CPO dan turunannya karena didukung oleh hinterland yang terbentang hampir keseluruh daratan Propinsi Riau hingga ke perbatasan Propinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jambi, tumbuh dengan perkebunan kelapa sawit, karet dan lain-lain serta industri pariwisata yang menuntut Pelabuhan Dumai menjadi gerbang utama perekonomian daerah Propinsi Riau.

 

Wilayah pelindo I, II, III dan IV

 

 

Letak Geografi Pelabuhan Dumai

 

 

Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal  bersandar, naik turun penumpang, dan atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi.

 

Fungsi Pelabuhan adalah sebagai tempat yang aman berlabuh kapal dan sebagai terminal transfer barang dan penumpang, secara luas berfungsi sebagai :

a.Interface
b.Link
c.Gate Way
d.Industry Entity.

 

Peranan sebagai penunjang terselenggaranya angkutan dan pemerataan pembangunan ke seluruh tanah air yang menyediakan fasilitas dan peralatan yang cukup dan dengan pelaksanaan efektif dan efesien.